BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang Masalah
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan masalah perhitungan. Sebagai
contoh, misalkan nomor plat mobil di negara X terdiri atas 5 angka. Angka
diikuti dengan 2 huruf. Angka pertama tidak boleh 0. Berapa banyak nomor plat
mobil yang dapat dibuat? Biasanya cara yang paling sederhana untuk menyelesaikan
contoh persoalan tersebut adalah dengan
menghitung satu persatu setiap kemungkinan jawaban. Tetapi untuk persoalan
dengan jumlah objek yang banyak, cara menghitung satu persatu setiap kemungkinan
jawaban jelas tidak efisien. Mungkin kita sudah lelah sebelum usaha menghitung
satu persatu semua kemungkinan nomor plat mobil selesai, karena nomor plat
mobil yang dibentuk sangat banyak.
Di
sinilah peran kombinatorial yang merupakan “seni berhitung”, menyelesaikan
persoalan semacam ini dengan cepat. Kombinatorial dapat digunakan untuk
menjawab persoalan semacam ini tanpa kita perlu menghitung satu persatu semua
kemungkinan jawabannya. Hal ini dapat dilakukan karena di dalam kombinatorial
terdapat “Prinsip Dasar Menghitung”. Apakah “Prinsip Dasar Menghitung” itu? “Prinsip Dasar Menghitung” akan dijelaskan
dalam pembahasan makalah berikut ini.
1.2.
Rumusan
Masalah
1. Sebutkan
prinsip dasar menghitung dan jelaskan masing-masing prinsip tersebut?
2. Berikan
contoh soal dan penyelesaian pada masing-masing prinsip tersebut!
3. Jelaskan
perluasan prinsip menghitung?
1.3.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui ada berapa prinsip dasar menghitung dan memahami masing-masing
prinsip tersebut.
2. Untuk
lebih memahami masing-masing prinsip tersebut jika diaplikasikan dalam bentuk
soal.
3. Untuk
mengetahui perluasan prinsip menghitung.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.Prinsip
Dasar Menghitung
Dua
prinsip dasar yang digunakan dalam menghitung (counting) yaitu prinsip
penjumlahan dan prinsip perkalian.
a. Prinsip
Penjumlahan
Bila percobaan 1
mempunyai p hasil percobaan yang mungkin terjadi (atau menghasilkan p
kemungkinan jawaban), percobaan 2 mempunyai q hasil percobaan yang mungkin
terjadi (atau menghasilkan q kemungkinan jawaban), maka bila hanya satu
percobaan saja yang dilakukan (percobaan 1 atau percobaan 2), terdapat p
+ q kemungkinan hasil percobaan (menghasilkan p + q kemungkinan jawaban) yang
mungkin terjadi.
b. Prinsip
Perkalian
Bila percobaan 1
mempunyai p hasil percobaan yang mungkin terjadi (atau menghasilkan p kemungkinan
jawaban), percobaan 2 mempunyai q hasil percobaan yang mungkin terjadi (atau
menghasilkan q kemungkinan jawaban), maka bila percobaan 1 dan percobaan
2 dilakukan, maka terdapat p x q hasil percobaan (atau menghasilkan p x q
kemungkinan jawaban).
Perhatikan kata yang digarisbawahi pada kedua
kalimat di atas: dan serta atau. Kedua kata ini adalah kata kunci
untuk mengidentifikasi apakah suatu percobaan menghitung diselesaikan dengan
prinsip perkalian atau prinsip penjumlahan. Prinsip perkalian menyatakan bahwa kedua percobaan
dilakukan secara simultan atau serempak, sedangkan pada prinsip penjumlahan,
kedua percobaan dilakukan tidak simultan.
2.2.Contoh
Soal dan Penyelesaian
a. Contoh
Soal Penjumlahan
(1) Jabatan
ketua himpunan dapat diduduki oleh mahasiswa angkatan tahun 1997 atau angkatan
tahun 1998. Jika terdapat 45 mahasiswa angkatan 1997 dan 52 orang mahasiswa
angkatan 1998, berapa cara memilih penjabat ketua himpunan?
Penyelesaian:
Jabatan yang ditawarkan
hanya ada 1, yang dapat diduduki oleh salah seorang mahasiswa dari dua angkatan
yanga ada. Ada 45 cara memilih satu orang mahasiswa dari angkatan 1997 dan 52
cara memilih satu orang dari angkatan 1998, namun hanya satu dari kedua
angkatan itu yang terpilih (angkatan 1997 atau angkatan 1998). Dalam kombinatorial
dari kedua kejadian, hanya satu dari dua kejadian yang dilakukan, sehingga
dengan menggunakan prinsip penjumlahan, jumlah cara memilih penjabat ketua
himpunan tersebut sama dengan jumlah mahasiswa pada kedua angkatan, yaitu 45 +
52 = 97 cara.
(2) Misalkan
dalam sebuah rak terdapat 4 buku Matematika yang berbeda, 3 buku Biologi yang
berbeda dan 2 buku Fisika yang berbeda. Berapa banyak cara 2 buku dengan bidang
yang berbeda bisa dipilih dari rak tersebut?
Penyelesaian:
Ada tiga kemungkinan
yang bisa terjadi, yaitu 2 buku yang terpilih terdiri dari satu buku bidang
Matematika dan satu bidang Biologi, satu bidang Matematika dan satu bidang
Fisika, serta satu bidang Biologi dan satu bidang Fisika. Dengan menggunakan
Prinsip Perkalian, terdapat 4 x 3 = 12 cara untuk memilih 2 buku yang terdiri
dari satu buku bidang Matematika dan satu bidang Biologi, terdapat 4 x 2 = 8
cara untuk memilih 2 buku yang terdiri dari satu buku bidang Matematika dan
satu bidang Fisika, serta terdapat 3 x 2 = 6 cara untuk memilih 2 buku yang
terdiri dari satu buku bidang Biologi dan satu bidang Fisika. Karena pemilihan
dua buku dari bidang yang berbeda tersebut saling lepas, maka dengan
menggunakan Prinsip Penambahan banyaknya cara 2 buku dengan bidang yang berbeda
bisa dipilih adalah 12 + 8 + 6 = 26
b. Contoh
Soal Perkalian
(1) Sekelompok
mahasiswa terdiri atas 4 orang pria dan 3 orang wanita. Berapa jumlah cara
memilih satu orang wakil pria dan satu orang wanita?
Penyelesaian:
Ada 4 kemungkinan
memilih 1 wakil pria, dan tiga kemungkinan memilih satu wakil wanita. Jika dua
orang wakil harus dipilih, masing-masing satu pria dan satu wanita maka jumlah
kemungkinan perwakilan yang dapat dipilih adalah 4 x
3=12.
(2) Berapa
banyak cara 3 huruf dapat disusun dari 5 huruf ABCDE :
a) jika tidak boleh ada
pengulangan?
b) jika huruf awalnya A
dan tidak boleh ada pengulangan?
c) jika huruf awalnya
bukan A dan tidak boleh ada pengulangan?
Penyelesaian:
a) Ada tiga langkah yang harus
dilakukan untuk menyusun 3 huruf dari 5 huruf ABCDE jika tidak boleh ada
pengulangan. Langkah pertama adalah memilih huruf pertama yang bisa dilakukan
dalam 5 cara, langkah kedua adalah memilih huruf kedua yang bisa dilakukan
dalam 4 cara, dan langkah ketiga adalah memilih huruf ketiga yang bisa
dilakukan dalam 3 cara. Sehingga banyaknya cara menyusun 3 huruf dari 5 huruf
ABCDE jika tidak boleh ada pengulangan adalah 5 x 4 x 3 = 60
b) Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk
menyusun 3 huruf dari 5
huruf ABCDE jika huruf awalnya A. Langkah pertama
adalah memilih
huruf pertama yang bisa dilakukan dalam 1 cara,
langkah kedua adalah
memilih huruf kedua yang bisa dilakukan dalam 4
cara, dan langkah
ketiga adalah memilih huruf ketiga yang bisa
dilakukan dalam 3 cara.
Sehingga banyaknya cara menyusun 3 huruf dari 5 huruf
ABCDE jika
huruf awalnya A adalah 1 x 4 x 3 = 12
c)
Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk menyusun 3 huruf dari 5 huruf ABCDE
jika huruf awalnya bukan A. Langkah pertama adalah memilih huruf pertama yang
bisa dilakukan dalam 4 cara, langkah kedua adalah memilih huruf kedua yang bisa
dilakukan dalam 4 cara, dan langkah ketiga adalah memilih huruf ketiga yang
bisa dilakukan dalam 3 cara. Sehingga banyaknya cara menyusun 3 huruf dari 5
huruf ABCDE jika huruf awalnya bukan A adalah 4 x 4 x 3 = 48
Cara
lain adalah banyaknya cara menyusun 3 huruf dari 5 huruf ABCDE dikurangi dengan
banyaknya cara menyusun 3 huruf yang diawali dengan huruf A, yaitu 60 – 12 = 48
2.3.Perluasan
Prinsip Menghitung
Prinsip penjumlahan dan prinsip perkalian diatas
dapat diperluas hingga mengandung lebih dari dua buah percobaan. Jika n buah percobaan masing-masing mempunyai
p1, p2, ... , pn,
hasil percobaan yang mungkin terjadi yang dalam hal ini setiap p tidak bergantung pada pilihan
sebelumnya, maka jumlah hasil percobaan yang mungkin terjadi adalah:
a) p1 + p2 + ...
+ pn Untuk
prinsip penjumlahan
b) p1 x
p2
x ... x pn Untuk
prinsip perkalian
Contoh Soal
- Suatu bilangan dibentuk dari angka-angka 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Misalnya pengulangan angka tidak dibolehkan. Berapa banyak bilangan 4 angka yang kurang dari 5000 namun habis dibagi 5 yang dapat dibentuk dari angka-angka tersebut?
Penyelesaian:
Ada
4 angka yang akan dibentuk: _ _ _ _
Karena
disyaratkan bilangan kelipatan 5, maka angka paling kanan hanya dapat diisi
dengan angka 5 saja (satu saja).
Angka
posisi ke-1 dapat diisi dengan 3 cara (yaitu 2, 3, dan 4)
Angka
posisi ke-2 dapat diisi dengan 5 cara (2 angka lain sudah dipakai untuk posisi
ke-1 dan ke-4).
Angka
posisi ke-3 dapat diisi dengan 4 cara (3 angka lain sudah dipakai untuk posisi
ke-1, ke-2, dan ke-4).
Karena
seluruh posisi angka harus terisi, maka kita menggunakan prinsip perkalian
untuk menghitung jumlah bilangan bulat yang dapat dibentuk, yaitu 3 x 5 x 4 x 1
= 60
- Berapa perpustakaan yang memiliki 6 buah buku berbahasa Inggris, 8 buah buku berbahasa Prancis, dan 10 buku berbahasa Indonesia. Masing-masing buku berbeda judulnya. Berapa jumlah cara memilih (a) 3 buah buku, masing-masing dari tiap bahasa berbeda, dan (b) 1 buah buku (sembarang bahasa).
Penyelesaian:
(a) Jumlah
cara memilih 3 buah buku, masing-masing dari tiap bahasa adalah (6)(8)(10) = 480 cara.
(b) Jumlah
cara memilih 1 buah buku (sembarang bahasa) = 6 + 8 + 10 = 24 cara.
BAB
III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Dari pembahasan
di atas, kita dapat mengetahui bahwa prinsip dasar menghitung ada 2 yaitu
prinsip penjumlahan dan prinsip perkalian. Kata dan serta atau
merupakan kata kunci untuk mengidentifikasi apakah suatu persoalan menghitung
diselesaikan dengan prinsip penjumlahan atau prinsip perkalian. Prinsip
penjumlahan menyatakan bahwa kedua percobaan dilakukan tidak simultan.
Sedangkan prinsip perkalian menyatakan bahwa kedua percobaan dilakukan secara simultan
atau serempak. Prinsip penjumlahan dan prinsip perkalian juga dapat diperluas
hingga mengandung lebih dari dua buah percobaan.